Galau dan gelisah nian hati ini. Hati yang gersang, bak tanah yang dilanda kemarau berkepanjangan. Aku pun bertanya pada hati kecil ini. Apa gerangan penyebabnya?
Aku ingin kembali dalam pelukanmu. Pelukan dalam kenyaman abadi. Aku tahu pasti, dimana akan kudapati. Tapi, entah mengapa lidah ini terasa begitu begitu kelu...
Aku mencoba, mencoba dan terus mencoba. Belajar setahap demi setahap untuk meraih kehangatan dan kenyamanan pelukan itu. Tidak mudah memang. Harus kuakui perselingkuhan itulah yang membuat hatiku terus merasa galau dan gelisah!
Perlahan kumencoba sedikit demi sedikit membasahi lisan ini dengan kalamMu. Tidak hanya itu, dengan tekad membara, ku membelah angkasa, hingga ke Baitullah. Tidak kubiarkan malam berlalu tanpamu. Di sudut rumahMu yang hening, silih berganti orang yang tidak kukenal sebelumnya,datang kepadaku untuk berbagi ilmu belajar membaca kalamMu. Entah siapa dan dari mana mereka. Yang kutahu mereka adalah orang-orang yang berasal dari Jazirah Arab. Hanya dalam 12 hari, lidahku yang kelu, kini dapat begitu menyatu denganmu. Dan yang lebih menakjubkan lagi dalam 44 hari aku mampu menjamahmu secara keseluruhan. Menakjubkan! Sebuah mujizat!!! Sejak saat itu aku bertekad untuk menjaga kehangatan dan kenyaman ini. Kuberjanji di rumahMu ini dan di hadapan Ka'bah, ketika aku kembali ke tanah air akan kubasahi lisan ini dengan untaian indah kalamMU disetiap harinya.
Tekad tinggalah sebuah tekad. Janji tinggal janji. Kenikmatan dan indahnya dunia tiada henti-hentinya menggodaku. Kembali di tanah air, aku kembali terlarut dengan pesona dunia. Jatuh ke dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya. Terlena atas kenikmatan duniawi yang menghanyutkan. Hatiku kembali berselingkuh dengan karir, popularitas dan uang! Terlupa akan janji untuk membasahi lisan ini dengan untaian kalamMu di setiap harinya.
Aku tersentak! Hatiku kembali galau, gelisah dan lidahku kembali kelu. Teringat akan janjiku di rumahMU. Astagfirullah..... Betapa pesona dunia telah melupakanku akan Sang Khalik....
Kini, tidak hanya lidahku yang kelu, mataku seolah-olah buta dan otakku terasa lumpuh untuk mengingat dan mengeja setiap huruf dalam kitabMu. Aku kembali belajar dari awal. Mengenal dan mengeja huruf hijaiyah! Aku ingin kembali dalam pelukan penuh kenyamanan dan kehangatan abadi untuk selamanya.
Dalam kegalauanku, kubersimpuh dihadapanMu untuk bertaubat.....taubat nasuha, atas perselingkuhan ini dan atas kesalahan diri.
Terima kasih ya, Allah. Engkau masih memberi kesempatan kepadaku untuk kembali menyelami kalamMu sebelum jiwa dan raga terpisah. Satu pintaku, berilah aku waktu untuk bisa membaca untaian kalam indah dalam kitabMu secara tartil, memahami isinya, mengamalkannya, menghafalkannya dan mengajarkannya.......
Kisah dari sebuah masjid di kaki Bukit Faber
--S K Pagista--
Showing 1 - 1 of 1
Today: 2010-09-05, 12:45PM (All times are GMT +08:00)